Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

Benda berharga Petani

Di sebuah kampung, hidup seorang Petani tua. Dia memiliki dua orang putra, dan seorang putri. Kedua putranya, meskipun sudah beranjak dewasa, namun mereka jarang membantu pekerjaan Ayahnya, mereka hanya duduk duduk, bermalas-malasan. Jika Petani bertanya, mengapa mereka enggan bekerja di ladang, mereka menjawab tidak mau jadi petani seperti ayahnya, mereka ingin pekerjaan lain yang lebih baik, agar tidak hidup susah seperti keadaan Petani saat ini.
Hingga sampai suatu saat, dimana Petani tua itu jatuh sakit dan tidak mampu lagi bekerja di ladang, maka yang bekerja di ladang sekarang tinggalah anak perempuan Petani. Petani tua itu sesungguhnya tidak tega membiarkan putrinya bekerja keras di ladang, namun apalah daya, tenaga Petani sudah tidak kuat lagi jika bekerja sendiri.
Petani memutuskan untuk membagi ladang sebagai warisan kepada ketiga anaknya

Kisah Singa dan seekor Tikus

Pada suatu hari, Sang Singa sedang tidur pulas, datanglah seekor Tikus kecil yang nakal. Dia memanjat ekor sang Singa, lalu naik ke punggungnya, hingga naik keatas surai sang Singa yang lebat. Si Tikus melompat-lompat diatas surai Singa yang tebal dan empuk, dia tidak tahu kalau Singa adalah raja hutan tersebut.
Merasa terganggu, akhirnya Singa pun terbangun, dan ketika menyadari ada seekor Tikus kecil yang sedang asik bermain diatas bulu surainya, Singa pun marah, dan menangkap si Tikus kecil yang nakal itu.
Sang Singa mengaum dan memperlihatkan gigi gigi besar nan tajamnya kepada si Tikus, dan membuat si Tikus gemetar ketakutan.

Jumat, 08 Juli 2011

Kisah Kerbau dan Kucing


Pada suatu ketika, seorang petani memiliki seekor kerbau dan seekor kucing. Sang kerbau bekerja keras setiap hari, menrik bajak, mulai dari saat matahari baru terbit, hingga tengah hari yang panas, namun kadang juga sampai sore hari. Dia diurus oleh Petani dengan baik, tidak pernah diperlakukan kasar, kandang yang luas, jerami hangat sebagai alas tidur dan rumput segar untuk makan, selalu tersedia.

Sedangkan sang kucing, tidak pernah bekerja sedikitpun, dia hanya tidur, makan, bermanja manja dengan anak Petani. Dia tinggal di dalam rumah Petani yang hangat, tidurpun terkadang di kasur Petani yang empuk, makan makanan yang sama dengan Petani.


Sang kerbau melihat kucing yang hidup enak juga tidak bekerja, tapi diperlakukan dengan istimewa oleh petani, maka timbullah perasaan iri dan benci dalam hatinya.
"Aku yang bekerja keras sepanjang hari, tidak pernah mendapat perlakuan istimewa seperti itu" gumam sang kerbau.